dolan88
LIVEPerbedaan permainan tradisional paling mudah terlihat dari apa yang harus dilakukan pemain. Dalam engklek, pemain melompati petak dengan satu kaki dan menghindari petak yang ditempati gacuk. Dalam congklak, pemain memindahkan biji dari satu lubang ke lubang berikutnya. Yang satu menuntut gerak melintasi ruang; yang lain berpusat pada giliran dan pembagian biji [2][3].
Aturan menentukan cara bermain
Engklek biasanya dimainkan oleh dua sampai lima orang. Petak digambar di tanah, lalu pemain melempar gacuk—umumnya pecahan genting—ke salah satu petak. Petak yang berisi gacuk tidak boleh diinjak, sehingga pemain harus melompat dengan satu kaki melewati petak-petak lain. Pemain yang lebih dahulu menyelesaikan satu putaran berhak memilih petak sebagai "sawah"; ia boleh menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjaknya. Pemenangnya adalah pemain dengan petak terbanyak [2].
Congklak memakai aturan giliran yang berbeda. Dua pemain duduk berhadapan, masing-masing mengelola lubang kecil di sisinya. Pemain memilih satu lubang, lalu membagikan bijinya satu per satu ke lubang berikutnya searah jarum jam, dengan melewati lubang besar milik lawan. Letak biji terakhir menentukan kelanjutan giliran atau apakah pemain mengambil biji dari lubang di sisi seberang; permainan berakhir saat tak ada lagi biji yang dapat diambil, dan pemenangnya memiliki biji terbanyak di lubang besar [3].
Alat ikut membentuk pengalaman bermain
Perlengkapan engklek sederhana tetapi menentukan jalur permainan: ada petak yang digambar di tanah dan gacuk yang dilempar ke salah satu petak. Karena petak bergacuk harus dihindari, posisi lemparan langsung memengaruhi rute lompatan pada giliran itu [2].
Pada congklak, papan menyediakan susunan tempat untuk membagikan dan mengumpulkan biji. Papan yang umum dimainkan di Indonesia memiliki 16 lubang: 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang besar di kedua sisi. Setiap pemain memiliki tujuh lubang kecil serta satu lubang besar di sisi kirinya. Untuk papan tersebut, jumlah bijinya 98; papan dapat terbuat dari kayu atau plastik, sementara bijinya dapat berupa cangkang kerang, biji tumbuhan, batu, kelereng, atau plastik [3].
Peran pemain tidak selalu sama
Dalam engklek, setiap pemain bergerak melewati petak dan berusaha menambah petak yang menjadi "sawah"-nya. Aturannya membuat petak bukan hanya jalur lompatan, tetapi juga bagian dari hasil yang diperebutkan. Dalam congklak, peran pemain lebih terlihat dari cara mengelola biji di sisi masing-masing: memilih lubang untuk memulai pembagian dan mengikuti hasil dari tempat biji terakhir jatuh [2][3].
Nama permainan pun bisa memberi petunjuk tentang keragaman, tetapi tidak selalu cukup untuk menjelaskan aturan. Engklek dikenal dengan nama berbeda di sejumlah wilayah, sedangkan congklak juga disebut dakon, dhakonan, congkak, dentuman lamban, dan beberapa nama lain di berbagai daerah [2][3]. Sebelum ikut bermain, hal yang berguna untuk dipastikan ialah susunan petaknya atau lubangnya, cara menentukan giliran, dan kondisi yang membuat permainan berakhir. Perbandingan engklek dan congklak menunjukkan bahwa aturan, alat, dan peran pemain bersama-sama membentuk cara sebuah permainan berlangsung.
Sumber
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia — Engklek. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29098927&title=Engklek (diakses 2026-10-02).
- [3] Wikipedia bahasa Indonesia — Congklak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29227127&title=Congklak (diakses 2026-10-02).